LEGISTIMASI KEKUASAAN
BAB IV
LEGISTIMASI KEKUASAAN
>> Legitimasi kekuasaan merupakan legitimasi penyelenggaraan pemerintahan yang dilakukan oleh penguasa negara. Tingkat legitimasi kekuasaan ditentukan oleh etika politik.
>> Pengertian Teori Kekuasaan Menurut Para Ahli
Beberapa pengertian kekuasaan dari para ahli sebagai berikut ;
1. Montesquieu
Menurut Montesquieu, kekuasaan itu dibagi menjadi tiga golongan. Kekuasaan yang dibagi menjadi tiga golongan ini saat ini dikenal dengan istilah Trias Politica. Adapun tiga golongan kekuasaan yang dimaksud, yaitu kekuasaan legislatif, kekuasaan eksekutif, dan kekuasaan yudikatif.
2. Max Weber
Max Weber mengatakan bahwa kekuasaan adalah sebuah kesempatan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok dengan tujuan untuk memenuhi keinginan atau kehendaknya dalam hubungan sosial walaupun harus menentang atau menghadapi kehendak orang lain. Berdasarkan pengertian ini, kekuasaan dapat diartikan sebagai sesuatu yang menyeramkan karena harus memaksa orang lain untuk mewujudkan keinginannya.
3. Ramlan Surbakti
Ramlan Surbakti menyatakan bahwa kekuasaan adalah sebuah kemampuan atau kekuatan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok yang digunakan untuk memengaruhi orang lain melalui cara berpikir dan perilaku yang sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh pemegang kuasaan.
4. Miriam Budiardjo
Menurut Miriam Budiardjo, kekuasaan adalah seseorang atau kelompok yang memiliki kekuatan atau kemampuan yang di mana kekuatan itu digunakan untuk memengaruho perilaku individu atau kelompok lainnya yang sesuai dengan keinginannya.
5. Walter Nord
Walter Nord mengungkapkan bahwa kekuasaan adalah kemampuan yang digunakan untuk mewujudkan tujuan-tujuan tertentu dan berbeda dari tujuan-tujuan lainnya.
6. Harold D. Lasswell dan Abraham Kaplan
Menurut Harold D. Lasswell dan Abraham Kaplan, kekuasaan adalah sebuah hubungan antara individu atau kelompok dengan individu atau kelompok lainnya dengan tujuan untuk menentukan suatu tindakan atau aksi agar tidak berbeda arah dan sesuai dengan yang tindakan yang diinginkan.
7. John Locke
Menurut John Locke, kekuasaan adalah suatu hal yang tidak bisa dijadikan berada di dalam satu unsur yang sama atau suatu hal itu harus dipisah satu sama lain.
>> Sifat Kekuasaan
1. Sifat Position Power adalah kekuasaan yang sudah dimiliki oleh seseorang pada suatu organisasi. Sifat kekuasaan ini biasanya ada pada seseorang yang memiliki jabatan di suatu organisasi. Dalam hal ini, jabatan yang dimaksud, seperti ketua atau dewan pembina
2. Sifat Personal Power adalah kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang bukan di organisasi melainkan dalam hubungan sosialnya. Dengan kata lain, seseorang itu sudah memiliki jabatan di lingkungan masyarakat, seperti jabatan RT, RW, Kepala Desa, dan sebagainya.
>> Sumber kekuasaan ada 3 yaitu kedudukan, kekayaan, kepercayaan.
>> Cara mempertahankan masalah
1. Membangun Politik Dinasti
Suatu kekuasaan dapat dipertahankan dengan cara membangun dinasti politik. Dinasti politik dapat diartikan sebagai politik keluarga yang di mana hampir semua anggota memiliki jabatan di suatu daerah. Dengan adanya dinasti politik, maka setiap kebijakan yang disebut oleh pejabat daerah lebih mudah untuk diwujudkan, sehingga kekuasaan tetap terjaga.
2. Tidak Memberikan Kebebasan Kepada Masyarakat
Bagi para pemimpin politik yang ingin mempertahankan kekuasaannya bisa melakukannya dengan cara mengurangi kebebasan berpendapat kepada masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat yang akan sangat sulit untuk memberikan kritik kepada pemerintahan atau pemimpin politik.
3. Menghilangkan Peraturan-Peraturan yang Dapat Merugikan Kekuasaan
Apabila kekuasaan tidak bisa dipertahankan dengan cara membangun dinasti politik dan membatasi akses untuk berpendapat, maka sudah seharusnya menggunakan cara ketiga mempertahankan kekuasaan, yaitu menghilangkan peraturan-peraturan yang dapat merugikan kekuasaan. Dengan menghilangkan peraturan-peraturan yang merugikan suatu kekuasaan akan membuat suatu kekuasaan tetap berjalan tanpa harus melanggar peraturan. Semakin banyak aturan yang merugikan suatu kekuasaan dihilangkan, maka suatu kekuasaan akan bertahan lebih lama.
>> Kesimpulan Teori Kekuasaan
Pada dasarnya, kekuasaan itu bisa dimiliki oleh siapa saja, tak terkecuali diri kamu karena kekuasaan terkecil berada di dalam lingkungan keluarga. Selain itu, seseorang yang mendapatkan kekuasaan bisa karena memiliki jabatan di organisasi atau lembaga, keturunan raja, atau kedua-duanya. Darimanapun mendapatkan kekuasaan yang penting mampu bertanggung jawab terhadap kekuasaan yang telah diberikan dan mampu mengarahkan orang lain ke arah yang baik dan tidak merugikan.
Komentar
Posting Komentar